Gue orangnya fast-learning tapi kadang gak percaya diri

Setelah nge-open sekitar 8 merge request ke Gitlab. Tanpa dipandu, largely. Gue ngerasa gue orangnya fast-learn sih (promosi diri hahahaha).

Iya….

Apa karena proyeknya gede?

Menantang?

Bikin gue penasaran, ini gimana kerjanya. Oh ini gini. Oh ini gitu. ABCDEF.

Yang jelas. Cuma 2 jam gue lihat kodenya. Struktur dasar. Dsb. Largely, dikit-dikit bisa submit merge request. Not bad. Sabtu kemarin malah, gue submit like 5 merge requests. Yah, gak susah sih yang gue lakuin honestly. Simple. Really really simple. Gak mau kayak terkesan: gila, 5, keren, gede-gede. Padahal gak. Simpel kok. Gitlab is really very well structured, very well documented. Jadinya gue gampang deh masuk terjun dan berkontribusi.

Tapi by the way. Banyak sebenrnya yang komen gue cepet belajar. Gue cepet faham. Lol. Cuma, kadang gue agak gak yakin apa itu bener. Apalagi kalau kayak tanya dikit terus as if, I cannot do it by myself. Mungkin, meski gue orangnya fast learn, kadang gue perlu bertanya. Dan kalau udah kayak gue ngerasa blo’on gitu hanya karena gua tanya doang, jadi lambat laun jadi less active lol. Hm… Itu sih yang gue pelajari dari diri gue sendiri.

The thing is… I basically quite a fast-learner. Gue bisa bikin library di Python cuma 5 hari belajar. Bikin library di Go cuma 1 minggu belajar. Not bad right?

Tapi ya itu tadi, sebagai orang yang memiliki sisi introvert, kadang malu bertanya. Dan sekalinya bertanya, terus ngarasa kayak dianggap blo’on… tuh sakit and membekas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s