Feeling of Go(lang)

  1. I like the interface {}, menurut gue itu unik
  2. Gue suka gue bisa define type yang gue mau
  3. Procedural, nggak. Functional, nggak juga. Apaan yak?
  4. Gue bisa associate function ke type, dan struct
  5. Bahasanya static, tapi ala-ala dynamic (thanks to {})
  6. Susah, dan manual kalau mau bikin konkurensi ala Elixir (yang ada parent, terus ada reset strategy, dsb).
  7. Gampang dipelajari, tapi mungkin susah dikuasai. (Channel, go-routine, ?)
  8. Cumbersome, meskipun bahasanya terlihat simpel. Tapi dikit-dikit lu harus check err != nil. -_-‘ males banget. Kode jadi kelihatan panjang, terus, alasan gue milih ruby: biar gue punya kode yang lebih reflective ke yang gue mau.
  9. Banyak proyek open source keren dibuat pake Go.
  10. Single binary, really awesome!

0149fe8756b471b6e47ec5e1051e023e1e602749

Kalau gue nge gopherize diri gue sendiri, jadinya harus kayak di atas. Hahaha. Sebenernya gue nulis post ini biar bisa majang gambar diatas sih. Point-point ke-10, itu cuma selingan wakakak. Tapi gw lebih suka elixir by the way, kalau gak kepaksa/dipaksa makai Go, either gue bakal pilih Ruby atau Elixir. Sayangnya Elixir/Ruby gak bisa custom logo kayak Gopher. Itu aja gak enaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s